Minggu, 30 November 2014

Melihat Gerakan Pemetaan Partisipatif di Kalimantan Selatan


Pemetaan Partisipatif adalah sebuah model pemetaan yang digunakan oleh kalangan aktivis gerakan social di Indonesia, yang mulai digunakan sekitar tahun 90-an. Metode pemetaan partisipatif ini berusaha melibatkan seluruh masyarakat desa yang dipetakan sehingga terwujudnya sebuah peta yang paritisiaptif.
Pemetaan partisipatif sangat mengedepankan musyawarah mufakat masyarakat, sehingga bisa menekan potensi konflik di kemudian hari sekecil mungkin.
Secara proses pemetaan partisipatif melalui beberapa tahapan yaitu ;

-          Persiapan
o   Menyampaikan maksud dan tujuan PP
o   Sosialisasi ditingkat tokoh masyarakat
o   Sosialisasi ditingkat desa
o   Pembentukan kepanitian local/ desa
-          Pertemuan kampung
o   Menyepakati perlunya pemetaan partisipatif
o   Menyepakati waktu
o   Pembentukan tim lapangan
-          Pertemuan antar kampong
o   Penyampaian maksud dan tujuan pemetaan
o   Menelusuri batas diatas meja (menyepakati)
-          Pelatihan
o   Pengenalan metode pemetaan partisipatif
o   Pengenalan alat- alat pemetaan
o   Praktek penggunaan alat- alat pemetaan
o   Praktek pengolahan data
-          Survey lapangan
o   Persiapan tim
o   Logistic
o   Dan lain- lain
-          Pengolahan data
o   Input data gps
o   Menggambar/ digitasi
-          Verifikasi
o   Tingkat desa
o   Antar desa
-          Pengesahan
o   Ditanda tangani oleh tokoh dan masyarakat desa yang berbatasan dengan lokasi pemetaan

o   Membuat SK/ Perdes untuk menguatkan berita acara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar